Selasa, 09 Oktober 2018

jangan sisahkan ampas kopimu!!!

Kopi itu ibarat legenda, memili arti tersendiri  menemukan sejuta inspirasi disetiap seduhan...

Bila kau tahu menyeduh kopi... maka kau tahu cara menikmatinya

ada cara ada inspirasi... tapi sayang kau hanya menyisahkan ampas dalam secangkir kopi

tak termuai pada arti sosial yang miris mengerikan, kau tahu kopi itu pahit,itulah kehidupan setiap masa yang dijalani manusia, kau lebih memilih manisnya hingga kau lebih memili jalan-jalan tikus itu... sungguh kau tak peka dengan jeritan simiskin yang bergedangan ditepi jalan..

bebicara tentang kemanusiaan kau lebih tahu arti yang mendalam, tapi sayang kau tak peka dengan rasa peduli...

kuibaratka  kopi pahit, peka,berpadu rasa manis dan harum.

sungguh kau tak tahu tentangnya... terhimpitkan jeritan simiskin kau semakin merajalela pada masanya,  kronologisnya kau memilh pangkatmu tanpa ada rasa beban kemanusiaan...

hidup itu sederhana...

kau tahu... hidup itu bukan masalah tak usah takut bila kau berbagi denganya..

Anggap saja disitulan jalan yang membawa kesuksesan, 

hidup itu jangan kau perpendek,karana hidup bukanlah masalah dalam berbagi, peduli dengan sesama

hidup memang keras dan pahit, bukan bebrarti kau harus memilih jalan-jalan tikus  yang manisnya kau rasakan sesat saja... 

nikmatilah hidup itu dengan rasa syakur itulah bahagia 

mau kau tak menyisahkan ampas kopimu...


Menyentuh kalbu

Aku tekesimak pada lantunan ayat-ayat suci, dikala dikumandangkan oleh muadzin, seruan pada sang insang untuk memenuhi panggilan itu... tak sepakata yang dapat terucapkan oleh bibir ini, hati gelisa kini berada dalam ketenangan, dengan memujinya hati merasa tenang..

Masya Allah... sungguh hati ini sangat senang jika dantara teman-temanku saling mengingatkan akan panggilan itu segera dipenuhi, 
hidup...itu ibarat akar yang tak terlihat namun mampu menghidupi, tak hanya canda dan tawa yang dilalui bersama teman-teman. Namun Berteman jangan hanya membuat kita nyaman tapi memaksa kita untuk berkembang mengarah pada tujuan yang jelas, agar tak ada kekeliruan pada masa depan yang masih menjadi misteri..

Akub tak ingin menjumpai!!!

pagi yang menyapa dengan kelembutan dengan angin sepaoi kini sirna tanpa arti..
siang yang menyapa dengan cahaya terangnya kini sirna hiangga terganti pada malam yang menyapa dengan ketenangan kini sirna dalam kegelapan.... amarah yang tak terbebdung menjadikan jejak-jejak mereka tak ter arah...

 Senja kuiringi puisi singkatku, kurampul dalam pena sejarahku,,, kuingin mengirimkan sepucuk rindu pada sang ilahi dan kekasinhya... agar hati ini tak tersenduh pada kegelisahan dan ketakutan , berjalan tanpa arah... 
Namum keridhoannya yang membuat setiap langkah kaki ini berjalan pada arah menju fitrah...

Minggu, 30 September 2018

ku.....Rindu Ayah

Tentang Rindu...

Tiap lembaran rindu tersirsat namamu dihatiku..
wajahmu yang selalu tersenyum padaku...
tutur katamu memajankan diriku...
Ayah tercinta kaulah rindu yang tak mampu kutarakan pada mereka..
Rindu ini tak mampu kusiratkan dengan kata-kata...

Rindu.... Rindu...Rindu...

Itulah Yang kuraskan disaat kumengenang jasa-jasamu 
Ayah Aku sangat merinduimu
merindukamu kuhanya diam membisu 
Ayah engkau teramat jauh dimata...
untuk memelukmu saja aku harus kumelihat lagit...

Ayah....
Kukirimkan do'a untukmu sebagai isyarat hatiku
Ayah kuslipkan namu dalam do'a sebagai penawar
rasa rindu yang terasa amat berat bagiku...

Ayah hari ini kukirim sepucuk rindu
Rindu yang telah  kusimpan di laci hati
Kutitip ia pada angin....
Semoga pucuk rinduku sampai di jasadmu.
Yang tersirata dalam Sujud dan do'aku 


Jumat, 28 September 2018

Satukan dengan Niat

Hidup itu Indah jika anda mempercantiknya dengan Akhlak, Menghiasi dengan senyuman, Menatanya dengan sedekah, dan Menguatkan dengan ibadah...
jika mentari mampu bersinar terang maka anda pun bisa dengan memperbaiki diri,,,
jika purnama berseri dimalam hari maka anda pun bisa dengan ibadah...
jika bintang-bintang bergemilag menghias malam maka tersenyumlah...
jika siang berganti malam maka tatalah dengan sedekah,  mungkin saja kita tidak menyadari apa yang kita beri kepada meraka terganti  yang lebih baik...


"Jika Hidup Sekali Maka Jangalah Berdiam Diri....
Tapi Lakukanlah Apa Yang Bisa Membuat anda Bahagia
Didunia dan Diakhirat."


Fastabiqul Khaerat.....

Keberhasilan Tergantung Pada Diri Sendiri

Jangan biarkan tetesan keringatmu terjatuh begitu saja, tapi jadikanlah bukti bahwa apa yang diharapkan segera tercapai....

Lelah dan jenuh mungkin sudah menjadi teman dalam bekerja... tapi jangan biarkan lelah itu mengalahkan semangat... bahkan !!!!

menjatuhka harapan disaat diri mulai mampu melanghkah walau selangkah...
menjadikan mimpi sebagai angan-angan semata

Bahkan dicintai pada putus asa!!!
Katakan saja pada diri sendiri aku tak mengenal kata lelah,,, tak cinta pada putus asa.

Allah Lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, 



Selasa, 25 September 2018

Pahlawan Hidupku

Dikala itu ... Pahlawan Dalam hidupku kini teringat kembali dalam memoriku, kesedihan kian muncul bila mengingat kisah dahulu yang terlewatkan bersamanya, keluarga kecil dan sederhana itu, kini hanya tinggal kenangan yang tak mungkin terulang kembali, kisah duka dan sedih itulah yang kualami dalm hidupku... namun tak kubiarkan hari-hariku diselimuti rasa sedih dan kisah tangis untuk mengisi kekosang ruang dan waktu yang terus berputar... Pahlawanku..... Kau yang mengajarkanku kesabaran, kesetian dan perjuangan Kau seperti mentari yang membakar semangat juang hingga kumampu menempuh hidup ini, meski rintangan dan tantangan kian menghampiri langkahku... Ayah Ibu... terimah kasi atas jasamu, kaulah separu hatiku, harapan hidupku, meski kini kau tak bersamaku, tapi kau masih tetap dihatiku menjadi penerang langkahku do'ku mengirimimu atas jasa-jasamu yang belum terbalaskan... harapanku besar, hingga tetesa air mata disetiap sujudku ingin melihat wajahmu yang berseri dengan senyuman dibibirmu, yang mampu mengobati rasa rinduku... Kutahu ini ujian yang harus kujalani agar ku selau mendekatkankan diri padanya, memujinya disetiap waktu..

Senin, 24 September 2018

senja berbicara


kecerian telah berlalu kini kudatang memberimu kelebutan pada lembahku,

waktu yang berlalu terangkum dalam pena senja, berbicara mengagumi sang mentari  yang ceria memberiku inspirasi pada pesonaku, kusiratkan bait-bait puisi dilangit biru dihiasi awan putih dengan alunan melodi sang burung.....

seiring puisi hati memujimu dalam tasbih besahaja, dalam sujudku.... senja bebicara menanti sang malam dan segelincir angin yang menyentuh sembari...

jangan sisahkan ampas kopimu!!!

Kopi itu ibarat legenda, memili arti tersendiri  menemukan sejuta inspirasi disetiap seduhan... Bila kau tahu menyeduh kopi... maka kau t...