Selasa, 09 Oktober 2018

Menyentuh kalbu

Aku tekesimak pada lantunan ayat-ayat suci, dikala dikumandangkan oleh muadzin, seruan pada sang insang untuk memenuhi panggilan itu... tak sepakata yang dapat terucapkan oleh bibir ini, hati gelisa kini berada dalam ketenangan, dengan memujinya hati merasa tenang..

Masya Allah... sungguh hati ini sangat senang jika dantara teman-temanku saling mengingatkan akan panggilan itu segera dipenuhi, 
hidup...itu ibarat akar yang tak terlihat namun mampu menghidupi, tak hanya canda dan tawa yang dilalui bersama teman-teman. Namun Berteman jangan hanya membuat kita nyaman tapi memaksa kita untuk berkembang mengarah pada tujuan yang jelas, agar tak ada kekeliruan pada masa depan yang masih menjadi misteri..

Akub tak ingin menjumpai!!!

pagi yang menyapa dengan kelembutan dengan angin sepaoi kini sirna tanpa arti..
siang yang menyapa dengan cahaya terangnya kini sirna hiangga terganti pada malam yang menyapa dengan ketenangan kini sirna dalam kegelapan.... amarah yang tak terbebdung menjadikan jejak-jejak mereka tak ter arah...

 Senja kuiringi puisi singkatku, kurampul dalam pena sejarahku,,, kuingin mengirimkan sepucuk rindu pada sang ilahi dan kekasinhya... agar hati ini tak tersenduh pada kegelisahan dan ketakutan , berjalan tanpa arah... 
Namum keridhoannya yang membuat setiap langkah kaki ini berjalan pada arah menju fitrah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jangan sisahkan ampas kopimu!!!

Kopi itu ibarat legenda, memili arti tersendiri  menemukan sejuta inspirasi disetiap seduhan... Bila kau tahu menyeduh kopi... maka kau t...